Cerita Dewasa Ngentot SPG Saat Rumahnya Sepi

Diposting pada
Domino QQ, Domino 99, BandarQ Online, Capsa Susun, QQ Online

Cerita Dewasa Ngentot SPG Saat Rumahnya Sepi | Panggil aja namaku Andin…. Aku bekerja di perusahaan yang bergerak dalam bidang obat-obatan, jabatanku sebagai kepala bagian yang bertugas di bagian promosi. Dengan jabatanku itu, aku menjadi punya banyak kenalan dokter.
Cerita Dewasa Ngentot SPG Saat Rumahnya Sepi Cerita Dewasa Ngentot SPG Saat Rumahnya Sepi Cerita Dewasa Ngentot SPG Saat Rumahnya Sepi imagesCerita Dewasa Ngentot SPG Saat Rumahnya Sepi | Sekarang ini aku dipindah tugas untuk membantu pemasaran produk vitamin untuk pengeroposan tulang baru, karena targetnya bukan lagi dokternya, tapi sebagai SPG yang ngejelasin langsung ke konsumen di supermarket2. Aku juga mau memulai kerja sama dengan toko obat supaya mereka mau nyimpan produk ini, dan kantor mensponsori pemeriksaan orsetoporosis di situ, dimana kalau ada gejala Tulang keropos aku bisa langsung menawarkan ke pelanggan. pekerjaanku berjalan lancar, banyak toko obat sudah mau menjadi pelanggan produk ini.

Cerita Dewasa Ngentot SPG Saat Rumahnya Sepi | Ada disatu toko obat yang bekerja sama dengan salah satu lab mengadakan pakait murah pemeriksaan laboratorium untuk hal2 yang rutin seperti kolesterol dan sejenisnya. Maka aku ditawari untuk menyelenggarakan pemeriksaan Tulang keropos juga untuk membantu penjualan produk tulang di toko obat itu. Banyak juga yang datang untuk pemeriksaan Tulang keropos, karena toko obatnya terletak disatu komplex perumahan Elit sehingga warganya sudah sadar untuk memeriksakan kesehatan secara rutin. Untuk yang terindikasi mulai terkena Tulang keropos, mulai kubujuk untuk membeli produk tulang, kebetulan ada promosi dari kantor setiap membeli 2 botol mendapat gratuis 1 botol. 1 botol produk untuk promosi aku bawa dari kantor sedangkan pembelian yang 2 botol dari persediaan toko obat.

Cerita Dewasa Ngentot SPG Saat Rumahnya Sepi | Habis juga jualanku, sampai persediaan di toko obatnya abis, mereka langsung memesan lagi untuk mengisi persediaannya. Aku telpon ke pusat supaya diurus pembelian toko obat tersebut dan segera mengirimkannya. Banyak warga yang pesan dulu produk itu karena mereka gak kebagian jatah. Salah satu yang ikut dalam antrean ada yang kebetulan aku kenal baik, dia dokter di RS yang sering aku lakukan perincian.

“Dok … dokter juga disini?” sapaku.
“Iya mbak …, kalau di sini jangan panggil dokter ya…”.
“Iya dech … panggil om ya, biar akrab”.
“Bisa aja kamu And”.
“Om kena Tulang keropos, tapi bisa ngobatin diri sendiri kan?”
“Ya gak bisalah…, Eh produk kamu bagus gak, apa bedanya sama merek yang biasa aku pakai”.

Dengan percaya diri yang penuh aku menerangkan kelebihan produkku dibandingkan dengan produk merek yang disebut pak dokter itu. Banyak warga yang gak kebagian produk ikut mendengarkan penjelasanku.

“Ini beneran?”, kata si om setelah aku selesai menjelaskan.
“Emangnya Andin pernah bohong ma Om kalau pas di RS”.
“ya enggak sih…”.
“Nah sekarang borong semua dong produknya, mumpung beli 2 dapet 1.
“Aku beli aja 2 set ya… buat ibuku sekalian, kalau belum Tulang keropos bisa untuk pencegahan, tapi dosisnya separuh aja”.
“Ok deh bungkus, dan kamu kirim ke rumahku ya”.

Akibat dari si dokter mau pesen produk itu, maka warga yang lain yang belum kebagian dan tau kalau si om tu dokter pada ikut pesan ke toko obatnya. Pemilik toko obat tersenyum lebar karena pendapatannya dari produkku melonjak drastis.

“Alamat Om dimana…, nanti Andin ambil di kantor dulu, sebab persediaan toko obat abis Om.. Terus om ada dirumah jam brapa, ibu ada dirumah gak?”
“Rumah lagi kosong, ibu lagi keluar kota sama anak2. jam 4an aja yak e rumahnya”.
“Okey… om”.
“Okey…, ma kasih ya”. balasnya

Habis acara itu, aku membereskan peralatanku, aku mencatat pesanan tambahan dari toko obat, selain yang sudah aku orderkan ke kantor. Lumayan besar orderanku hari ini, belum lagi “macarin” si om itu he he. Aku dengan santai kembali ke kantor. aku menyerahkan laporan order ke kantor, atasanku seneng banget liat jumlahnya,

“Wah…wah… sukses besar promosimu ya And”.
“Alhamdulillah … lumayan mas”. aku manggil atasaku mas karena seumuran denganku tapi dia duluan kerja disitu.
“Ini ada pesanan dokter juga, tadi ketemu juga?.
“Dia pesan 4 botol mas”.
“Dah kamu kasi ekstra 1 lagi ja bonusnya”.
“Jadi dapet 2 ya mas”

Akhirnya atasanku bertanda tangan pada form pesanan si om tadi. Aku langsung mengambilnya ke gudang dan kasir membuatkan faktur penjualannya, maklum deh kalau promosi kaya gini selalu minta bayarannya cash.

“Kamu anterin ke rumahnya ya And”, kata atasanku lagi.
“Iya mas”.
“Rumahnya dimana sih”.
“Deket tempat promosi tadi kok”.

“Kalu begitu sekalian ja kamu yang anterin pesanan toko obat tadi biar cepet bisa dikasih ke warga yang mesen, kan kamu sekalian kesana kan”.

“Okey … Boleh ja”.

Pesanan toko obat sudah disiapkan, satu box besar. Aku kembali mengantarkan pesanan toko obat, yang punya toko obat heran liat aku anterin pesanannya.

“Kok digendong sendiri mbak Andin?”. Dia manggil aku nama karena dah kenal baik selama ini. “Iya pak, sekalian mau anterin pesanan pak dokter tadi”.
“Makasi ya mbak andin”, katanya sambil menandatangani bukti pengiriman barang.

Lalu aku menanyakan alamat si om tadi, dia menunjukkan arahnya. Karena sudah hamper jam 3 sore, aku segera menuju kesana mengikuti petunjuk arah si empunya toko obat. Rumahnya besar tapi terlihat sepi banget, aku tekan bel pintu, cukup lama baru si om keluar, Dia cuma pakai celana pendek merah.

“Eh… sori ya, cuma pakai beginian”
“Gak papa kok om”.
“Masuk yuk”. Dia menyilahkan aku masuk, langsung keruang keluarga. Rumahnya besar, nyaman banget.
“Kok sepi om”.
“Kan aku dah bilang tadi, keluarga lagi keluar kota semuanya”.
“Oh iya… dah lama ya om perginya?”.
“Sudah dari kemarin, nengok mertua sakit, katanya sih dah parah”.
“Kok om gak ikut?”.
“Lha aku kan kudu kerja, aku nunggu kabarnya aja, kalau ada yang kritis… baru aku nyusul”. “Wah sepi dong om ditinggal lama gitu, pa gak gatel tuh”. Pancingku
“Kok gatel, apanya?” dia tersenyum, aku sengaja mulai pasang jebakan.
“Kata orang tu … kalau lama gak dikeluarin bisa bikin gatel2?.
“Terus apanya yang gak dikeluarin?”.
“Hehe… Andin ngerti sekarang napa om ngerasa gerah dan cuma pakai celana pendek, dalam rangka mau ngeluarin ya Om, dan tu TV nya stand by, lagi nonton begituan ya om”.
“Husss… Tau aja si kamu”.

Tapi aku segera mengambil remote TV dan memijit pausenya, di tv muncul tayangan lelaki bule yang kontolnya gede panjang sedang diemut oleh abg putih…

“Wahhh…asik nih”. aku terbengong melihat tayangan itu, apalagi ketika si bule mulai menyodok si abg, suara ah uh bergema dari mulutnya.

Dia kaget saat tiba-tiba aku duduk merapat dan mulai mengelus-elus bagian tengah selangkangannya.

“Lho kok udah keras begini om, dah lama ya gak dikeluarin ya?”. Sambil Tanganku menyusup kedalam celana pendek dan cdnya, menyerobot kontolnya dan mengeluarkannya.
“Wow…Punya Om juga gede, panjang lagi”.
“Emang kamu belum pernah liat yang segede ini, tuh si bule punya juga gede banget”.
“Itu kan di film om, dan punya pacar Andin gak segede yang om punya”.

Jemari tangan kananku terus meremas halus kontolnya. Kemudian kepalaku menuju ke arah kontolnya. Pelan-pelan aku mengecup, melumat dan menyedot kontolnya, pantatnya bergerak seirama sedotan mulutku, tangan kirinya berpindah-pindah antara toket kiri dan kananku yang lembut namun kenyal.

“Kamu tu mungil orangnya tapi toket kamu montok banget And”.
“Tapi Om suka kan?”.
“Wow… Suka banget And, apalagi emutan kamu ni nikmat banget, dah ahli rupanya”.

Selanjutnya seponganku semakin liar, aku terus melumat, menjilat dan menyedot kontolnya yang kian mengeras. Aku terus dan terus menyedot kontolnya, pinggangnyapun bergerak turun naik, mengikuti sedotanku. dia sepertinya merasakan desakan hebat dikontolnya, segera ditariknya kepalaku, dilumatnya bibirku. Jemariku kini mengambil alih tugas mulutku, mengocok kontolnya yang telah licin.

“And, ke kamar aja yuk”.
“Mesti Om dah gak tahan ya”.
“Iya nih, abis kamu ganas banget sih. Dah sering emutin kontol ya, begitu nikmat banget”.
“Mau kan And?”.
“Hayuukkk … Siapa takut”, jawabku. gak lama kemudian kami dah berada dikamarnya. “sayang”, panggilnya.
Aku hanya tersenyum. Sementara dia melepaskan celana pendeknya dan berbaring di tempat tidur hanya mengnikmatan CD.

“And, kesini dong”. kontolnya yang besar dan panjang masih tegak menantang dengan kerasnya.

Aku tersenyum melihat gayanya yang menantang di tempat tidur. Kemudian aku duduk disebelahnya dan dia langsung mencium bibirku dengan penuh napsu. Aku membalas lumatannya juga.

“And, aku dah napsu banget And”, katanya sambil menciumi leherku.
“Sama om, Andin juga dah pengin banget om”.

Dia mengelus-elus punggungku dan mulai meremas toketku. Gak lama kemudian dia melepaskan baju dan celanaku. Dia gak mau menyia2kan waktu sedikitpun. Aku sih okey saja karena sejak tadi CDku dah basah kuyup membayangkan nikmatnya dientot si om. Braku gak lama kemudian juga terlepas. Ciumannya menjalar menyusuri leher dan belakang kupingku. Aku menggelinjang kenikmatan,

“Aacchhh…. Nikmat ommmm… “.

Aku makin menggelinjang hebat ketika lidahnya menyelusuri toketku dan turun di belahannya. Dia terus memainkan lidahnya di toketku tapi tidak sampai ketoketku.

“Isep toketku dong Om”, kataku mendesah2.

Dia terus saja menjilati daerah sekamir toketku, tapi toketku tidak disentuh. Kemudian ciumannya turun ke arah perutku sambil tangannya mengusap2 daerah nonokku, CDku sudah benar-benar basah karena napsuku sudah berkobar2.

“And, kok kamu dah nafsu banget, sampai CD kamu basah begini”, katanya sambil meneruskan usapan. Aku gak tahan lagi, kepalanya kutarik dan kudekatkan ke toketku.
“Jilatin dong om “, rengekku. Dia segera mengisap toketku sambil meremas toketku.
“Terus om… Terussss…., diisep yang keras om, nikmat om … achhhh”, erangku.

Dia mengemut toketku bergantian, demikian pula toketku diremas bergantian. Sesekali dielus2nya klentitku dari luar CDku. Dia bangkit, melepas CDnya. kontolnya yang besar dan panjang sudah berdiri tegang dengan kerasnya.

“Kontol om besar dan panjang ya om , keras lagi”, kataku sambil menciumi kontolnya dan mengenyot kepalanya. Kepalanya kemudian kujilati dan jilatanku turun ke arah bijinya. Seluruh kontolnya kujilati.
“Nikmat And… terusin And…”, katanya. Kemudian dia memutar tubuhnya sehingga posisinya menjadi saling melumat senjata masing-masing.

CD-ku langsung dilepasnya,

“Ni rambut lebat banget”, katanya sambil mengelus2 jembutku yang sudah demikian basah karena lendir nonokku. Dia mulai menjilati nonokku.

“Nikmat om, terussss….”, aku mengerang kenikmatan, dan makin menggelinjang ketika lidahnya menyentuh klentitku. kontolnya kuemut dengan keras, kepalaku mengangguk2 mengeluar masukkan kontolnya dimulutku. Akhirnya aku gak bisa bertahan lebih lama lagi, aku nyampe kerana klentitku dikenyot2 dengan ganasnya,

“om , Andin nyampe om , aachhh…..”. kontolnya terus kukocok dengan cepat dan keras.

“And, aku mau nyampai juga nih”, katanya terengah-engah.

Segera Helm kontolnya kuemut lagi dan kusepong dengan keras, aku terus mengocok kontolnya sampai Akhirnya dia ngecrot dimulutku. Banyak banget spermanya nyembur sampai meleleh keluar dari bibirku. kontolnya terus kukenyot sampai denyutan ngecrotnya hilang baru kulepas. Semua spermanya kutelannya tanpa rasa jijik,

“And nikmat banget ya seponganmumu, pastinya emutan memekmu lebih nikmat lagi ya”, katanya terengah.
“Sperma om banyak banget sih, persediaan brapa lama neh. Untung gak jadi batu om”.

Dia hanya tertawa sambil berbaring disebelahku, dipeluknya badanku. Belum dientot saja dia sudah ngasih aku ke kenikmatan. Setelah itu kami membersihkan diri di kamar mandi. Didalam kamar mandi pun kami saling membersihkan badan. Karena terbawa suasana kontolnya mengeras lagi ketika kukocok pelan2, aku jongkok didepannya dan mengemut kontolnya lagi, langsung saja kontolnya ngaceng dengan kerasnya. Kepalaku bergerak maju mundur memasuk keluarkan kontolnya dimulutku. Dia gak bisa menahan diri lagi, langsung dia duduk di toilet, aku dipangku berhadapan, sambil mengarahkan kontolnya ke nonokku. Segera kontolnya amblas dinonokku, terasa sekali nonokku melebar untuk menampung kontolnya yang gede dienjotkan pelan2 sehingga makin masuk di nonokku,

“Nikmat banget om, Aacchhh… ssh….”.

Aku menggerakkan badanku maju mundur supaya kontolnya bisa masuk lebih dalem di nonokku, diapun menghujamkann kontolnya juga sehingga terasalah gesekan kontolnya dinonokku. Nikmat banget rasanya. Sedang nikmat2nya, dia berhenti menghujamkann kontolnya. Aku disuruhnya memutar badanku tanpa mencabut kontolnya dari nonokku. Aku disuruh nungging sambil berpegangan di wastafel. Mulailah dia menghujamkann kontolnya dari belakang. Sambil mengenjot, toketku yang mengayun-ayun seirama hujamannya.

“Acchhh om….. , nikmat banget om…. “ Erangku.

“Kontol om masuknya dalem banget, Sesek Empik Andin rasanya, gesekan kontol om kerasa banget, enjot terus yang cepet om , Andin udah mau nyampe lagi”, erangku.
“Cepet banget Din”, katanya.
“Abis nikmat banget sih kontol om, jadi Andin gak bisa nahan lagi”, erangku.

Dia makin cepat menghujamkann kontolnya keluar masuk sampai Akhirnya aku menggelinjang dengan hebat,

“Accch ommmm…., Andin nyampe lagi, Andin lemes om “, erangku.

Bibirku langsung diserbunya dengan penuh napsu, lidahnya yang dijulurkan ke mulutku kuisep kuat2 juga. Dia melingkarkan tangannya di leherku dan langsung meremas2 toketku. Terasa kontolnya yang masih tegang menekan ke perutku. Dia terus saja meremas2 toketku, toketku yang sudah mengeras langsung dijilati. Aku jadi menggelinjang kenikmatan. Jilatannya turun terus ke bawah, ke puserku dan terus menciumi daerah nonokku yang sudah basah.

“And … kamu sudah siap dientot lagi ya, udah basah lagi nih”, katanya.

Dia menggendongku keluar dari kamar mandi sambil terus menciumi bibirku. Aku dibaringkan di tempat tidur, sambil terus menciumi seluruh tubuhku, napsunya makin bertambah ganas, berkali2 aku menggelinjang. Sambil mengulum bibirku, dia mengelus2 pinggulku, kemudian jarinya mulai mengilik nonokku dan Akhirnya klentitku yang menjadi sasaran. Aku mengangkangkan pahaku supaya dia mudah mengakses klentitku. Aku mengnikmatat hebat saking napsunya. Jarinya makin cepet menggesek klentitku, aku mengangkat tinggi pantatku karena sudah pengen banget dienjot,

“Ayo dong om, Cepetan Andin digenjot, udah pengen banget kemasukan kontol om lagi”, rengekku.

Kemudian dia berada diatasku, kontolnya diarahkan ke nonokku dan Helm kontolnya mulai masuk di nonokku,

“Acchhhhhh, nikmat om , masukin semuanya om … lebih dalam om“, lenguhku.

Dia mulai menghujamkann kontolnya maju mundur, makin lama makin cepat dan Akhirnya dengan satu hujaman keras seluruh kontolnya masuk semuanya di nonokku,

“Acchhhhhh, nikmat om , masuk semuanya ya om, Empik Andin sampai sesek banget rasanya kesumpel kontol om “.

Dia terus menghujamkann kontolnya keluar masuk makin cepat dan keras.

“Nikmat om, terus om, enjot yang cepet dong”, rengekku terus.

Tiba-tiba dia mencabut kontolnya dari nonokku,

“Kenapa dicabut om, belum nyampe”, protesku.
“Ganti posisi dong”, jawabnya sambil menjepitkan kontolnya yang keras banget di toketku.

Aku menjepit kontolnya dengan toketku, dia bergerak maju mundur, menggesekkan kontolnya di toketku. Ketika dia memajukan kontolnya, kepala kontonya kuemut sebentar dan kemudian terlepas karena dia memundurkan lagi, terus seperti itu.

“Nikmat banget And…..”, erangnya.

Setelah puas menggesek kontolnya ditoketku, dia berubah posisi lagi.

“Kamu sekarang yang diatas ya And….”, katanya sambil berbaring.

Segera aku menaiki badannya dan menempatkan kontolnya yang ngaceng tegak di nonokku. Aku menurunkan nonokku pelan dan blessss…, kontolnya mulai ambles di nonokku,

“Acchhhhhh, nikmat banget om “, lenguhku.

Aku menaik turunkan pantatku dengan cepat sehingga kontolnyapun makin cepat mengkocok2 didalem nonokku, nikmat banget rasanya. Dia pun melenguh,

“Aacchhh…..Nikmat And, terus And….yang cepetttttt….”.

Aku menunduk dan mencium bibirnya, dia memeluk punggungku sambil gantian mengulum bibirku sambil meremes2 toketku yang berguncang2 seiring dengan naik turunnya badanku mengocok kontolnya. Toketku diplintir2. Aku makin bernapsu mengocok kontolnya dengan nonokku. Dia memegang pinggulku sementara aku terus mengocok kontolnya. Kocokanku makin kencang,

“om, Andin sudah mau nyampe lagi nih”, kataku terengah.

Dia meraba klentitku dan dikilik2, ini mempercepat proses aku nyampe,

“Acchhhhhh, om , Andin nyampe ommmm…., Acchhhhhh nikmatnya”, lenguhku dan aku ambruk menelungkup dibadannya.

Dia mengeluarkan kontolnya dari nonokku, masih perkasa kontolnya. Kemudian kontolnya kuciumi dan kepalanya kuemut, kepalaku mengangguk2 mengeluar masukkan kontolnya dalam mulutku. kontolnya terus kuemut sambil dikeluar masukkan di mulutku, batangnya kukocok2 dengan cepat.

“Acchhhhhh nikmat banget And”, erangnya.

Cukup lama aku mengemut kontolnya, karena sudah ngecrot 2 kali, dia bisa bertahan lama sekali. kontol kukeluarkan dari mulutku dan aku disuruh nungging dipinggir tempat tidur. Dari belakang sambil berdiri dia mencolokkan kontolnya lagi kedalam nonokku, sekali enjot kontolnya sudah amblas semua ke nonokku,

“Acchhhhhh, nikmat banget om”, erangku.

Dia menghujamkann kontolnya keluar masuk nonokku, karena berdiri hujamannya menjadi lebih keras dan lebih cepat, nikmatnya gak terlukiskan dengan kata2. Dia mengelus lubang pantatku, kemudian jarinya ditusuk2kan kepantatku.

“Om …. jangan om …sakit”, protesku.

Dia berhenti mencoblos pantatku, pinggulku dipegangi sambil menghujamkann terus kontolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Dia membungkuk dipunggungku supaya bisa meremes2 toketku yang berguncang2 seirama dengan sodokannya. Toketku kembali diplintir2.

“Nikmat om , terus hujamannya, Andin udah mau nyampe lagi om “, erangnya. “Kok cepet banget And, aku belum ngerasa apa2 nih?, katanya sambil terus mengenjot nonokku.

Akhirnya aku tak bisa bertahan lebih lama lagi,

“Om , Andin nyampe om , Acchhhhhh”, aku tersungkur ditempat tidur karena lemes, kontolnya tercabut dari nonokku, masih keras dan berlumuran lendirku.

Dia tidak memberi kesempatan aku istirahat, aku ditelentangkan dan kontol dimasukkan lagi ke nonokku, terus mulai dienjot lagi keluar masuk dengan cepat dan keras.

“Om , kuat amat sih kontolnya, Andin udah lemes om , abis udah berkali-kali nyampe”, lenguhku.

Dia tidak memperdulikan ucapanku, terus saja kontol dienjotkan keluar masuk. Makin lama hujamannya makin cepet dan keras, aku sudah pasrah saja telentang kenikmatan. Toketku diremes2 sambil memlintir2 toketku, Akhirnya

“And aku Nyampaaiiiii…..”, dan pejunya menyembur dinonokku. Aku memeluk dan mengelus2 punggungnya.
“Oohhhh…om, nikmat banget ngeseks dengan om , istirahat dulu ya om , Andin udah lemes banget nih”, dia mencabut kontolnya dan rebah disebelahku. Tak lama kemudian kami tertidur kelelahan.

Baru lewat magrib kami terbangun. Terasa lapar juga karena kerja keras kali ya. Om ngajakin aku keluar cari makan. Segera aku mandi dan mengnikmatan bajuku lagi.

“Wah jadi gak ganti baju nih ya”.
“Habis gak tau sih kalau om mau ngajakin berbagi kenikmatan, kalau tau Andin bawa baju ganti. Lagian abis makan Andin kan mau pulang, om, besok kan kerja”.

“Kamu mau gak nemenin aku semalam penuh ya And, nanti aku beliin baju deh buat kamu pakai kerja besok. Kamu ngekos kan, jadi gak da yang nyariin kan?”.

“Om belum puas juga ya”.
“Masih mau lagi kok And, Abis empik kamu nikmat banget sedotannya, kamu belajar dimana sih”.
“Andin ikutan senam Aerobik om”.
“Owh… Gak heran empotan kamu enak banget “
“Mau ya And nemeni aku semalam penuh”.

Aku mengangguk setuju, kemudian dia mengajak aku ke super market untuk belanja baju untuk aku kerja besok, karena ukuran badanku standard sehingga bisa mendapatkan baju yang pas buat aku. Dia yang membayari semua belian bajuku, luar dalem. Setelah itu baru kami cari makan. Begitu sampai di Restoran, dia pesen sate kambing dan beberapa makanan lain

“wah mau semalam penuh nih”.
“Ya iyalah, mumpung ada yang nemenin”.
“Andin mau kok om kapan2 nemenin om lagi, gak bisa dirumah kan bisa di luar cek in hotel om”.
“iya ya, nanti deh kami cari waktunya. Kamu mau nasi pa lontong”.
“Kan dah ada lontong om, gede panjang dan keras banget lagi”.

Dia tertawa mendengar guyonan pornoku. Selesai makan, dengan santai kami kembali di rumahnya. Dia mengambilkan beberapa can soft drink dingin, dibukakan untukku. Aku meminumnya. Kemudian dia memelukku. Aku diciumnya sambil segera jemarinya meremas2 toketku kembali. Aku kutelanjangi, toketku diciumi dan toketku diemut2, tentu toketku bereaksi mengeras. Dia segera saja memijiti klentitku.

”Om …, kok napsu banget sih sama Andin”, tanyanku.
“Abis ngeseks sama kamu nikmat banget kok And”, jawabnya.
“Andin kan juga dapet nikmatnya dientot sama kontol om “, kataku.

Kemudian dia menanggalkan semua bajunya. Rupanya kontolnya sudah ngaceng dengan keras. Dia duduk di ubin di depanku, kakiku dikangkangkan. Badanku diseret sehingga aku setengah rebah di dipinggir sofa. Lidahnya mulai menjilati nonokku dari atas ke bawah. Klentitku yang menjadi sasaran berikutnya, dijilat, dihisap, kadang digigit pelan, dijilati lagi,

“Ooohhh… om , nikmat banget om , terus om “, erangku.

Dia terus menjilati klentitku sampai aku nyampe.

“Acchhhhhh om , belum dientot Andin sudah nyampe nih om, om lihai banget deh jilatin nonok Andin”, kataku.

Dia berdiri, aku ditarik supaya duduk didepannya. kontolnya tepat ada dimukaku, segera saja kugenggam dan kuemut helmnya. Aku mulai mengeluar masukkan kontolnya sambil batangnya kukocok dengan cepat dan keras. Dia mengejotkan kontolnya pelan dimulutku seperti sedang mengentoti mulutku. Beberapa saat kemudian, dia berbaring disofa, aku segera menaiki badannya dan menancapkan kontolnya di nonokku, kusentakkan badanku kebawah dengan keras sehingga sebentar saja kontolnya udah amblas semua di nonokku. Aku menaik turunkan dan menggoyang pantatku dengan cepat sehingga kontolnya terkocok oleh nonokku dengan cepat juga,

“Acchhhhhh nikmat banget And”, erangnya.

Dia menahan pantatku sehingga aku berhenti mengenjot. kontol dikeluarkan dari nonokku, aku disuruh telungkup menungging di sofa dan kembali kontol ditancapkan ke nonokku dari belakang. Bles, kontolnya langsung saja masuk semuanya ke nonokku,

“Acchhhhhh, nikmatnyaaaaa…..,”, kali ini aku yang menggerang.

Dia langsung mengenjot nonokku dengan cepat dan sangat keras. Terasa nikmat sekali kontolnya menggesek nonokku, kalau dienjotkan dengan keras terasa kontolnya masuk dalem sekali di nonokku. Makin cepat dienjot makin nikmat rasanya. Tiba2,

“Acchhhhhh om , Andin nyampe, ommmm….. ” , aku meledak juga Akhirnya.

Dia terus saja menghujamkann kontolnya keluar masuk dengan cepat sampai Akhirnya kembali dia ngecrot,

“And, aku Nyampaiiiii…, nikmat banget rasanya And”, terasa kembali pejunya membanjiri nonokku.

“Om, Andin lemes banget nih om , baru sampai rumah udah dientot lagi. om gak ada matinya ya”, kataku sambil tersenyum.

“Ya udah kami mandi dan terus tidur aja ya”, jawabnya sambil masuk ke kamar mandi.

Aku berbaring saja di sofa. Selesai mandi, dia keluar masih telanjang bulat. Selesai mandi, dia sudah berbaring ditempat tidur dikamarnya, aku berbaring disebelahnya. tak lama kemudian aku tertidur. Ketika terbangun, dia gak ada di tempat tidur. Aku bangun ke kamar mandi, muka kubasuh dengan air dingin. Seger sekali rasanya. Rupanya dia ada di meja makan dilantai bawah sedang membuat kopi dan menghangatkan makanan di atas kompor. Aku duduk di meja makan.

“And, jika masih pengin makan, masih ada nasi padangyang semalem aku beli sekalian. Dah aku panasin nih, kan kami mau kerja keras lagi. kami masih bisa satu ronde lagi kan”.

Aku hanya tersenyum mendengar perkataannya, aku mengunyah nasi padang yang dibelinya dengan lahap. Sehabis mengisi perut, dia langsung menarik tanganku kembali ke tempat tidur di kamar. Aku dipeluk, segera saja dia meremas2 toketku sambil mencium bibirku dengan gemasnya. Toketku diplintir2nya pelan, napsuku segera saja berkobar naik ke ubun ubun, toketku segera mengeras. Aku tidak tinggal diam, kontolnya yang sudah ngaceng keras sekali lalu kukocok2.

“Andin emut ya om “, kataku sambil mengubah posisi mendekati kontolnya.

Kemudian Helm kontolnya kujilati pelan2 kumasukkan ke mulutku. kontolnya kukulum2, kukeluar masukkan di mulutku.

“Nikmat And”, erangnya.

Kemudian dia menarik aku kembali kepelukannya. Bibirku kembali dilumat, aku membalas dengan liar lumatannya, sementara dia terus saja meremas2 toketku. Tangannya kemudian mengarah kebawah, klentitku menjadi sasaran berikutnya.

“Acchhhhhh om, nikmattttt”, erangku.

Dia menciumi leherku, terus kebawah mengemut toketku bergantian, aku terus mengerang kenikmatan. Ciumannya terus mengarah kebawah, berhenti di puserku sehingga aku menggelinjang kenikmatan,

“Nikmat om”, kataku manja.

Akhirnya sampailah ciumannya pada sasaran sesungguhnya, Empik dan klentitku. Jilatannya segera menyerbu klentitku. Aku sudah mengangkang selebar2nya supaya dia mudah menjilati klentitku. Dia meletakkan gulling dibawah pinggulku.

“Buat apa om, kan kontol om panjang. Gak usah diganjel masuknya juga dalem banget”, tanyaku.

Dia tidak menjawab, terus saja menjilati klentitku yang makin terexpose karena ganjelan gulling itu. Aku jadi tau kenapa dia mengganjal pantatku dengan gulling, supaya dia leluasa menjilati klentitku. Jilatannya berubah menjadi emutan, klentitku diemut2nya pelan. Aku menjadi makin blingsatan.

“Acchhhhhh om , Andin udah pengen dientot, om .Cepet Masukin dong kontol om “, erangku.

Dia menghentikan emutannya, aku dinaikinya dan mengarahkan kontolnya ke nonokku. Dia menggosok2kan Helm kontolnya di nonokku yang sudah basah banget,

“Ayo dong om , cepet masukkin aja semuanya”, erangku gak sabar.

Aku makin menggelinjang karena gosokan kontolnya itu. Pelan2 dimasukkannya kontolnya ke nonokku. Dia menekan kontolnya masuk sedikit2 demi sedikit. Karena ganjalan gulling, kontolnya jadi lebih mudah masuk.

“Acchhhhhh, ssh, nikmat banget om , masukkin aja semuanya sekaligus sampai mentok”, kataku.

Dia mulai menghujamkann kontolnya keluar masuk pelan sehingga sedikit demi sedikit kontolnya masuk makin dalem aja. Hujamannya makin cepat dan dengan sekali hentak kontolnya ditancepkan semuanya ke nonokku,

“Acchhhhhh nikmat banget om”, erangku.

Dia terus saja menghujamkann kontolnya dengan keras dan cepat,

“Nikmat om, terus om, yang cepet, Andin udah mau nyampe om “, erangku terengah2.

Tau aku udah mau nyampe, dia mempercepat hujaman kontolnya, setiap hujaman langsung menancapkan kontolnya dalam2 dinonokku. Pantatku menggeliat tidak teratur saking nikmatnya. Akhirnya aku sampai juga. Kakiku segera membelit kakinya, aku memeluknya erat,

“Ommmmm…, Andin nyampe lagiiiii…., Acchhhhhh, ssh, nikmat banget om “, jeritku kenikmatan.

Dia terus saja menghujamkann kontolnya keluar masuk setelah aku meletakkan kakiku diatas tempat tidur lagi, rasa nikmat membuatku terkapar lemas, napasku tersengal2. Dia tidak peduli dengan kondisiku, tetap saja kontolnya dienjotkan dengan cepat dan keras. Sebentar kemudian napsuku sudah bangkit lagi, aku mulai menggeliatkan pantatku.

“And …. ganti gaya yuk”, katanya sambil mencabut kontolnya dari nonokku.

Aku disuruhnya menungging dipinggir tempat tidur. Dia berdiri dibelakangku dan menancapkan kontolnya dinonokku. Sekali sodok, kontolnya sudah masuk sampai pangkalnya. Sambil berdiri dia mengenjot nonokku. kontolnya bergerak keluar masuk nonokku dengan cepat dan keras. Hujamannya lebih terasa keras karena dia berdiri sehingga tenaga hujamannya menjadi lebih besar.

“Acchhhhhh … oohhhh…om , nikmat banget, hujaman kontol om terasa banget keluar masuk Empik Andin, terus om , ssh”, erangku.

Dia mempercepat hujaman kontolnya,

“And, aku udah mau Nyampai And”, katanya.
“Iya om , Andin udah mau nyampe lagi, barengan ya om “, jawabku.

Dia menghujamkann kontolnya dalem2 dengan keras,

“And, aku keluaarrrr…, Acchhhhhh, ssh”, erangnya. Terasa semburan pejunya di nonokku sehingga akupun nyampe lagi untuk kesekian kalinya.
“Om, Andin juga nyampe ommmm…., Acchhhhhh nikmat banget om ,” jeritku.

Dia menelungkup diatas punggungku sehingga aku rebah ketempat tidur. kontolnya tercabut dari nonokku. Dia berguling dan berbaring disebelahku sambil ngos-ngosan napasnya.

“Om , nikmat banget deh hujamannya kalau om ngenjotnya sambil berdiri”, kataku. Dia hanya tersenyum.

Dia bangun ke kamar mandi. Saat kembali ke ruangan dia mengambil air dingin di lemari es, diminum habis segelas, dia mengisinya lagi dan diberikan kepadaku yang masih terkapar kelelahan.

“Om luar biasa hebat, kuat banget ngeseksnya”, kataku.
“Kamu juga hebat And, napsu kamu cepet sekali bergejolak, kayanya kamu gak puas2 ya makan kontolku”.
“Yee…Mana bisa puas om , kan gak tiap hari Empik Andin keiisi kontol om , mumpung ada kesempatan ya dituntasin aja”.
“Nikmat And, empotan Empik kamu kerasa banget, lihai kamu ya And”.

Berakhirlah sudah malam penuh kenikmatan dengan si om.

“Om , kapan kita ngeseks lagi”.
“Nanti kalau ada kesempatan lagi aku call kamu ya sayang”.

Aku segera mengnikmatan baju yang dia belikan semalem,

“Makasi buat segalanya ya om”.

Dia menandatangani faktur pembelian, dan menyerahkan uang cash untuk pembayaran produk tulang. dia melumat bibirku dengan mesra sebelum aku meninggalkan rumahnya.

Incoming search terms:

  • bugil cerita dewasa aku yusu
  • Nonokku puas digenjot paman
  • cerita mainin memek perawan
  • foto sex ngentot spg
  • ngentoti spg obat kuat
  • nikmat sekali ommmm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *